(https://www.onenewsindonesia.net/202/12/pt-medco-jangan-sibukmeninabobokan.html),
(https://rilisnews.com/2022/12/03/perusahaan-migas-yang-dikritik-eeh-ada-oknum-wartawan-di-aceh-timur-kebakaran-jenggot )
(https://rilisnews.com/2022/12/03/bpma-dan-pt-medco-kerok-hasil-di-aceh-foya-foya-ke-sumatera/)
Sejumlah Organisasi wartawan mempertanyakan maksud dan tujuan pemberitaan tersebut.
Serta semangat moral jurnalistik, Profesional dan proporsional sebagai oknum PNS Aceh Timur yang juga merangkap sebagai wartawan dan motif dibalik pernyataan Kairul Rizal sebagai aktivis LSM.
Didalam kosa kata pada 2 judul berita Ronny dan Kahirul Rizal dimaksud mengandung majas hiperbola yaitu " Meninabobokan" dan "Kebakaran Jenggot" yang ditujukan kepada sejumlah wartawan Aceh Timur yang ikut workshop di kota Medan.
Begitupun dengan tuduhan Foya-foya pada berita yang ditulis oleh Oknum PNS.
Klarifikasi, motif serta penjelasan dari ketiga orang tersebut harus dibuktikan terkait dengan majas "melemahkan" dan "kepanikan yang berlebihan" yang ditujukan kepada 24 orang yang ikut dalam workshop di Medan.
Muncul pemberitaan yang menyudutkan wartawan Aceh Timur setelah 24 wartawan yang mewakili 12 Organisasi Wartawan ikut dalam workshop oleh PT. Medco E&P Malaka dan Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA) dilaksanakan di Kota Medan dirasakan sebagai penghinaan dan pelecehan terhadap profesi wartawan Aceh Timur Terlebih secara langsung langsung melakukan penyebutan nama salah seorang wartawan Aceh Timur dalam pemberitaan.
Sejumlah organisasi wartawan Aceh Timur telah duduk bersama dan melakukan pendalaman dari tiga berita yang dimuat oleh ketiga personal tersebut.
Kepada oknum PNS, hasil pendalaman oleh sejumlah Organisasi Wartawan Aceh Timur akan menindak lanjuti kepada pimpinan tempat oknum PNS tersebut bertugas dan akan meminta klarifikasi terkait pemberitaan tersebut.
Sedang terhadap Ronny dan Kairul Rizal, kesepakatan bersama sejumlah Organisasi wartawan akan memanggil juga keduanya untuk dimintai penjelasan motif serta klarifikasi.
Saat tiga personal dimaksud berniat baik dengan memenuhi panggilan sejumlah organisasi wartawan Aceh Timur kemudian apabila setelah mendengarkan penjelasan ketiga orang dimaksud dapat diterima maka sejumlah organisasi Wartawan akan melupakan insiden jurnalistik tersebut.
Namun sebaliknya , bila penjelasan motif dan klarifikasi ketiga personal tersebut ternyata tidak dapat diterima secara akal sehat maka sejumlah organisasi akan duduk kembali untuk membicarakan langkah-langkah selanjutnya dalam merespon pemberitaan yang telah melukai sejumlah organisasi wartawan Aceh Timur.