Menghina Profesi Wartawan, Sejumlah Organisasi Wartawan Akan Minta Klarifikasi Ronny, Kairul dan Oknum PNS Aceh Timur -->

Menghina Profesi Wartawan, Sejumlah Organisasi Wartawan Akan Minta Klarifikasi Ronny, Kairul dan Oknum PNS Aceh Timur

Kamis



Tabloid Putra Pos I Aceh Timur 
- Kepada sejumlah Media Kamis, 8 Desember 2022, Dua belas  Organisasi Wartawan termasuk Organisasi tempat bergabungnya  oknum PNS sebagai wartawan akan meminta klarifikasi Ronny dan oknum PNS serta Ketua Bidang Advokasi dan Investigasi ForMAT Khairul  Rizal terkait pemberitaan didua Media Online :

(https://www.onenewsindonesia.net/202/12/pt-medco-jangan-sibukmeninabobokan.html),


(https://rilisnews.com/2022/12/03/perusahaan-migas-yang-dikritik-eeh-ada-oknum-wartawan-di-aceh-timur-kebakaran-jenggot )


(https://rilisnews.com/2022/12/03/bpma-dan-pt-medco-kerok-hasil-di-aceh-foya-foya-ke-sumatera/)




Dimana didalam tiga pemberitaan tersebut telah melukai hati dan mencederai hubungan emosional sesama wartawan.


Sejumlah Organisasi wartawan mempertanyakan maksud dan tujuan pemberitaan tersebut. 


Serta semangat moral jurnalistik, Profesional dan proporsional sebagai oknum PNS Aceh Timur yang juga merangkap sebagai wartawan dan motif dibalik  pernyataan Kairul Rizal sebagai aktivis LSM.




Pun , hal sama dengan Ronny sebagai seorang aktivis Koordinator Front Anti Kejahatan Sosial( FAKSI) dan ia  seorang wartawan.


Didalam kosa kata pada 2 judul berita Ronny dan Kahirul Rizal dimaksud  mengandung majas hiperbola yaitu " Meninabobokan" dan "Kebakaran Jenggot" yang ditujukan kepada sejumlah wartawan Aceh Timur yang ikut workshop di kota Medan.


Begitupun dengan tuduhan Foya-foya pada berita yang ditulis oleh Oknum PNS. 




Dalam kamus kosa kata bahasa Indonesia, bahwa kata kias meninabobokan mengandung arti "melemahkan" dan kebakaran jenggot mengandung arti "panik berlebihan" perlu diklarifikasi secara jelas kepada para penggiat berita atau wartawan Aceh Timur. 


Klarifikasi, motif serta penjelasan dari ketiga orang tersebut  harus dibuktikan terkait dengan majas  "melemahkan" dan "kepanikan yang berlebihan" yang ditujukan kepada 24 orang yang ikut dalam workshop di Medan.




Sedang terkait dengan oknum PNS yang menulis berita dengan tuduhan "Foya - foya" juga harus membuktikan berfoya-foyanya para  wartawan yang diberitakan tersebut.


Muncul pemberitaan yang  menyudutkan wartawan Aceh Timur setelah 24 wartawan yang mewakili  12 Organisasi Wartawan ikut dalam workshop oleh PT. Medco E&P Malaka dan Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA) dilaksanakan di Kota Medan dirasakan sebagai penghinaan dan pelecehan terhadap profesi wartawan Aceh Timur Terlebih secara langsung langsung melakukan penyebutan nama  salah seorang wartawan Aceh Timur dalam pemberitaan.


Sejumlah organisasi wartawan Aceh Timur  telah duduk bersama dan melakukan pendalaman dari tiga berita yang dimuat oleh ketiga personal tersebut.


Kepada oknum PNS, hasil pendalaman oleh sejumlah Organisasi Wartawan Aceh Timur akan menindak lanjuti kepada pimpinan tempat oknum PNS tersebut bertugas dan akan meminta klarifikasi terkait pemberitaan tersebut.


Sedang terhadap Ronny dan Kairul Rizal,  kesepakatan bersama sejumlah Organisasi wartawan akan memanggil juga  keduanya untuk dimintai penjelasan motif serta klarifikasi.


Saat  tiga personal dimaksud berniat baik dengan memenuhi panggilan sejumlah organisasi wartawan Aceh Timur kemudian apabila setelah mendengarkan penjelasan ketiga orang dimaksud dapat diterima maka sejumlah organisasi Wartawan akan melupakan insiden jurnalistik tersebut.


Namun sebaliknya , bila penjelasan motif dan klarifikasi ketiga personal tersebut ternyata tidak dapat diterima secara akal sehat maka sejumlah organisasi akan duduk kembali untuk membicarakan langkah-langkah selanjutnya dalam merespon pemberitaan yang telah melukai sejumlah organisasi wartawan Aceh Timur.